Wednesday, 29 April 2009

Mengapa Protein begitu penting bagi hidup kita ?

Kecukupan akan protein yang dianjurkan untuk seseorang, umumnya berbeda-beda. Ini tergantung pada berat badan, umur, dan jenis kelamin serta banyaknya jaringan tubuh yang masih aktif, seperti otot-otot dan kelenjar. Makin besar dan berat orang itu, semakin banyaklah jaringan aktifnya, sehingga makin banyak pula protein yang diperlukan untuk mempertahankan atau memelihara jaringan-jaringan tersebut.



Tahukah Anda? Bahwa sebenarnya protein merupakan komponen terbesar dari tubuh manusia setelah air. Jumlahnya 1/6 dari berat tubuh manusia (1/3 dari jumlah tersebut terdapat di dalam otot, 1/5 terdapat pada tulang, 1/10 terdapat pada kulit, lalu sisanya terdapat pada berbagai cairan tubuh).

Kebutuhan protein bisa diperoleh dari 2 sumber bahan pangan yaitu protein hewani dan protein nabati. Sumber terbaik protein hewani adalah daging dari mamalia, unggas, dan ikan laut. Sedangkan sumber terbaik dari protein nabati adalah dari kacang-kacangan. Bahkan dengan kemajuan teknologi, kini banyak dikembangkan sumber protein baru yang dikenal dengan protein non-konvensional seperti protein daun, protein konsentrat dan protein sel tunggal.

Protein tersusun dari sejumlah asam amino. Asam amino yang membentuk protein pada dasarnya dapat digolongkan menjadi 2 golongan yaitu asam amino esensial (diperlukan oleh tubuh tetapi tidak dapat dibentuk oleh tubuh) dan asam amino nonesensial (diperlukan oleh tubuh dan dapat terbentuk tubuh bila bahannya tersedia).

Secara garis besar protein diperlukan oleh tubuh sebagai zat pembangun, zat pengatur dan sebagai bahan bakar. Zat pembangun, protein merupakan bahan untuk membentuk jaringan baru didalam tubuh. Zat pengatur, protein ikut berperan serta dalam mengatur berbagai proses di dalam tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan bakar, protein akan dibakar manakala keperluan tubuh akan energi tidak terpenuhi oleh hidrat arang dan lemak.




Selengkapnya!

Biogas, Krisis Energi, dan Pemanasan Global

Dua buah isu global yang sering diperbincangkan masyarakat Indonesia dan dunia adalah mengenai krisis energi dan pemanasan global. Krisis energi yang dampaknya langsung bisa dirasakan adalah tingginya harga bahan bakar. Hal ini didorong oleh kenyataan bahwa kebutuhan (konsumen) terhadap bahan bakar semakin meningkat dengan pesat, sementara itu sumbernya makin berkurang. Sebagai konsenkuensi logis, tanpa bahan baku energi kehidupan ini tidak ada. Selain itu, penggunaan bahan bakar juga berdampak bagi bumi kita. Penggunaan bahan bakar dari minyak dan batu bara disinyalir sebagai penyebab utama terjadinya pemanasan global.

Biogas sebuah teknologi sederhana dan mudah untuk diaplikasikan dapat menjadi sebuah solusi yang baik untuk kedua permasalahan tersebut.

Apa itu biogas?

Aplikasi biogas

Aplikasi biogas

Biogas adalah gas produk akhir pencernaan atau degradasi anaerobik bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerobik dalam lingkungan bebas oksigen atau udara (Tatang, 2006). Komponen terbesar (penyusun utama) biogas adalah metana (CH4, 54 – 80 %-vol) dan karbon dioksida (CO2, 20 – 45 %-vol).

Gambar disamping adalah beberapa aplikasi biogas dalam kehidupan sehari - sehari.
Pada prinsipnya proses produksi biogas, terjadi dua tahap yaitu penyiapan bahan baku dan proses penguraian anaerobik oleh mikroorganisme untuk menghasilkan gas metana.

Bahan Baku

Biogas berasal dari hasil fermentasi bahan-bahan organik diantaranya:

  • Limbah tanaman : tebu, rumput-rumputan, jagung, gandum, dan lain-lain,
  • Limbah dan hasil produksi : minyak, bagas, penggilingan padi, limbah sagu,
  • Hasil samping industri : tembakau, limbah pengolahan buah-buahan dan sayuran, dedak, kain dari tekstil, ampas tebu dari industri gula dan tapioka, limbah cair industri tahu,
  • Limbah perairan : alga laut, tumbuh-tumbuhan air,
  • Limbah peternakan : kotoran sapi, kotoran kerbau, kotoran kambing, kotoran unggas.

Rasio ideal C/N untuk proses dekomposisi anaerob untuk menghasilkan metana adalah 30. C/N rasio dari beberapa bahan organik dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel Rasio C/N untuk berbagai bahan organik

Proses Anaerob

Proses penguraian oleh mikroorganisme untuk menguraikan bahan-bahan organik terjadi secara anaerob. Proses anaerob adalah proses biologi yang berlangsung pada kondisi tanpa oksigen oleh mikroorganisme tertentu yang mampu mengubah senyawa organik menjadi metana (biogas). Proses ini banyak dikembangkan untuk mengolah kotoran hewan dan manusia atau air limbah yang kandungan bahan organiknya tinggi. Sisa pengolahan bahan organik dalam bentuk padat digunakan untuk kompos.

Secara umum, proses anaeorob terdiri dari empat tahap yakni: hidrolisis, pembentukan asam, pembentukan asetat dan pembentukan metana. Proses anaerob dikendalikan oleh dua golongan mikroorganisme (hidrolitik dan metanogen). Bakteri hidrolitik memecah senyawa organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Senyawa sederhana diuraikan oleh bakteri penghasil asam (acid-forming bacteria) menjadi asam lemak dengan berat molekul rendah seperti asam asetat dan asam butirat. Selanjutnya bakteri metanogenik mengubah asam-asam tersebut menjadi metana.

Instalasi sistem produksi dan pemanfaatan biogas

Instalasi sistem produksi dan pemanfaatan biogas

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Mikroorganisme Anaerob

Laju proses anaerob yang tinggi sangat ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi mikroorganisme, diantaranya temperatur, pH, salinitas dan ion kuat, nutrisi, inhibisi dan kadar keracunan pada proses, dan konsentrasi padatan. Berikut ini adalah pembahasan tentang faktor-faktor tersebut.

Temperatur

Gabungan bakteri anaerob bekerja dibawah tiga kelompok temperatur utama. Temperatur kriofilik yakni kurang dari 20 C, mesofilik berlangsung pada temperatur 20-45 C (optimum pada 30-45) dan termofilik terjadi pada temperatur 40-80 C (optimum pada 55-75 C).

pH

Pada dekomposisi anaerob faktor pH sangat berperan, karena pada rentang pH yang tidak sesuai, mikroba tidak dapat tumbuh dengan maksimum dan bahkan dapat menyebabkan kematian yang pada akhirnya dapat menghambat perolehan gas metana. Berdasarkan beberapa percobaan pH optimum untuk memproduksi metana adalah rentang netral yaitu 6,2 sampai 7,6.

Nutrisi

Mikroorganisme membutuhkan beberapa vitamin esensial dan asam amino. Zat tersebut dapat disuplai ke media kultur dengan memberikan nutrisi tertentu untuk pertumbuhan dan metabolismenya. Selain itu juga dibutuhkan mikronutrien untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme, misalnya besi, magnesium, kalsium, natrium, barium, selenium, kobalt dan lain-lain (Malina,1992).

Keracunan dan Hambatan

Keracunan (toxicity) dan hambatan (inhibition) proses anaerob dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya produk antara asam lemak mudah menguap (volatile) yang dapat mempengaruhi pH. Zat-zat penghambat lain terhadap aktivitas mikroorganisme pada proses anaerob diantaranya kandungan logam berat sianida.

Faktor Konsentrasi Padatan

Konsentrasi ideal padatan untuk memproduksi biogas adalah 7-9% kandungan kering. Kondisi ini dapat membuat proses digester anaerob berjalan dengan baik.

Penentuan Kadar Metana Dengan BMP

Uji BMP (Biochemical Methane Potential) ditunjukan untuk mengukur gas metana yang dihasilkan selama masa inkubasi secara anaerob pada media kimia. Uji BMP dilakukan dengan cara menempatkan cairan contoh, inokulan (biakan bakteri anaeorob) dan media kimia dalam botol serum. Botol serum ini, diinkubasi pada suhu 35oC, lalu pengukuran dilakukan selama masa inkubasi secara periodik (biasanya setiap 5 hari), sehingga pada akhir masa inkubasi (hari ke-30) didapatkan akumulasi gas metana. Pengukuran dilakukan dengan memasukkan jarum suntik (metoda syringe) ke botol serum.

Sumber:
Soerawidjaja, Tatang H. 2006. Potensi Sumber Daya Hayati Indonesia dalam Penyediaan Berbagai Bentuk Energi. Program Studi Teknik Kimia.
http://www.dikti.org/biogas




Selengkapnya!

Cerita dari Hongkong

Cerita ini bermula saat aku lagi ngerjain proposal buat suatu lomba di kos temenku... Karena kita udah stuck and capek ngerjain proposal itu, kita berbagi cerita biar gak ngantuk... Aku dapet cerita yang lumayan serem dari temenku waktu itu, begini ceritanya...

Pada suatu waktu di Hongkong ada sepasang kekasih yang sudah bertunangan dan mengikat janji akan menikah. Kelihatannya kisa cinta mereka akan berjalan mulus, setidaknya itu yang ada di pikiran si gadis. Sebut saja nama gadis itu Wuhan, dan cowoknya Lissan.

Suatu ketika, Wuhan memergoki Lissan sedang jalan berduaan dengan seorang gadis yang tidak dia kenal. Saat itu, Wuhan sadar bahwa dirinya sudah dikhianati dan Lissan tidak memegang janji setia yang sudah mereka ucapkan.

Karena merasa putus asa, akhirnya Wuhan memutuskan untuk bunuh diri dengan terjun dari atap apartemennya. Karena masih dendam dengan Lissan, dia memakai gaun berwarna merah saat hendak bunuh diri (di Hongkong ada kepercayaan bahwa jika ada wanita yang bunuh diri dengan memakai gaun merah, arwahnya akan gentayangan sampai dendam/masalah yang disimpan terselesaikan). Wuhan terjun dari atap apartemennya di lantai 4. Malangnya, dia jatuh dengan posisi kepala di bawah sehingga saat membentur jalanan, kepalanya hancur berantakan.

Cerita berlanjut pada kehidupan Lissan. Ternyata dia memang cowok brengsek. Dia sama sekali tidak merasa sedih walaupun kekasihnya meninggal (gara-gara perbuatan dia).

Suatu hari, saat dia sedang jalan-jalan di kota, ada seorang peramal tua yang memanggilnya dan menyuruhnya masuk ke tendanya. Peramal itu berkata: "Kamu baru kehilangan seorang kerabat atau orang yang dekat denganmu ya?" Lissan terperanjat karena tebakan nenek itu benar. Peramal itu berkata lagi: "Pada malam ke-49 sejak kematiannya, kamu harus tidur di kolong tempat tidurmu. Jika tidak, akan ada nasib malang menimpamu." (Ada kepercayaan di Hongkong bahwa arwah yang masih mendendam akan bergentayangan selama 49 hari di dunia sebelum dia mengalami reinkarnasi).

Lissan terus terbayang-bayang ramalan nenek tua itu. Akhirnya, pada malam ke-49, dia benar-benar ketakutan dan mengikuti saran dari peramal tua itu. Dia tidur di kolong tempat tidurnya karena takut terjadi apa-apa. Dia terus berada di kolong tempat tidur sampai waktu menunjukkan jam 11 malam. Saat itu, dia mulai berpikir bahwa dirinya bdoh sudah mempercayai ramalan si nenek tua.

Ketika dia mau keluar dari kolong, tiba-tiba pintu kamarnya menjeblak terbuka dengan suara keras. Lissan kaget dan tidak jadi keluar. Dari kolong tempat tidur, dia melihat ada sosok wanita bergaun merah yang masuk dan memutari tempat tidurnya. Dia ketakutan dan yakin bahwa sosok itu adalah hantu dari Wuhan, kekasihnya dulu. Selagi masih ketakutan, dia mendengar sosok itu berkata: "Lissan, kamu dimana?" Dan sosok itu terus berkata seperti itu berulang-ulang. Lissan tambah ketakutan dan tidak berani keluar kolong.

Hampir 1 jam dia berada pada keadaan seperti itu. Ketika jam hampir menunjukkan jam 12 malam, Lissan sedikit merasa lega karena dia yakin sang hantu akan mengalami reinkarnasi setelah lewat tengah malam. Tiba-tiba, dia mendengar suara "bluk", seperti ada benda yang jatuh. Ketika dia memalingkan muka ke arah suara itu...

"Nah, akhirnya ketemu juga kamu, hi hi hi." Ternyata benda yang jatuh adalah kepala Wuhan yang sudah hancur dan tak berbentuk. Lissan ketakutan setengah mati, dan setelah itu malam akhirnya berakhir.

Keeskan harinya, koran harian di daerah tersebut memberitakan bahwa ditemukan seorang lelaki yang tewas ketakutan di bawah tempat tidur.


Selengkapnya!