Wednesday, 29 April 2009

Cerita dari Hongkong

Cerita ini bermula saat aku lagi ngerjain proposal buat suatu lomba di kos temenku... Karena kita udah stuck and capek ngerjain proposal itu, kita berbagi cerita biar gak ngantuk... Aku dapet cerita yang lumayan serem dari temenku waktu itu, begini ceritanya...

Pada suatu waktu di Hongkong ada sepasang kekasih yang sudah bertunangan dan mengikat janji akan menikah. Kelihatannya kisa cinta mereka akan berjalan mulus, setidaknya itu yang ada di pikiran si gadis. Sebut saja nama gadis itu Wuhan, dan cowoknya Lissan.

Suatu ketika, Wuhan memergoki Lissan sedang jalan berduaan dengan seorang gadis yang tidak dia kenal. Saat itu, Wuhan sadar bahwa dirinya sudah dikhianati dan Lissan tidak memegang janji setia yang sudah mereka ucapkan.

Karena merasa putus asa, akhirnya Wuhan memutuskan untuk bunuh diri dengan terjun dari atap apartemennya. Karena masih dendam dengan Lissan, dia memakai gaun berwarna merah saat hendak bunuh diri (di Hongkong ada kepercayaan bahwa jika ada wanita yang bunuh diri dengan memakai gaun merah, arwahnya akan gentayangan sampai dendam/masalah yang disimpan terselesaikan). Wuhan terjun dari atap apartemennya di lantai 4. Malangnya, dia jatuh dengan posisi kepala di bawah sehingga saat membentur jalanan, kepalanya hancur berantakan.

Cerita berlanjut pada kehidupan Lissan. Ternyata dia memang cowok brengsek. Dia sama sekali tidak merasa sedih walaupun kekasihnya meninggal (gara-gara perbuatan dia).

Suatu hari, saat dia sedang jalan-jalan di kota, ada seorang peramal tua yang memanggilnya dan menyuruhnya masuk ke tendanya. Peramal itu berkata: "Kamu baru kehilangan seorang kerabat atau orang yang dekat denganmu ya?" Lissan terperanjat karena tebakan nenek itu benar. Peramal itu berkata lagi: "Pada malam ke-49 sejak kematiannya, kamu harus tidur di kolong tempat tidurmu. Jika tidak, akan ada nasib malang menimpamu." (Ada kepercayaan di Hongkong bahwa arwah yang masih mendendam akan bergentayangan selama 49 hari di dunia sebelum dia mengalami reinkarnasi).

Lissan terus terbayang-bayang ramalan nenek tua itu. Akhirnya, pada malam ke-49, dia benar-benar ketakutan dan mengikuti saran dari peramal tua itu. Dia tidur di kolong tempat tidurnya karena takut terjadi apa-apa. Dia terus berada di kolong tempat tidur sampai waktu menunjukkan jam 11 malam. Saat itu, dia mulai berpikir bahwa dirinya bdoh sudah mempercayai ramalan si nenek tua.

Ketika dia mau keluar dari kolong, tiba-tiba pintu kamarnya menjeblak terbuka dengan suara keras. Lissan kaget dan tidak jadi keluar. Dari kolong tempat tidur, dia melihat ada sosok wanita bergaun merah yang masuk dan memutari tempat tidurnya. Dia ketakutan dan yakin bahwa sosok itu adalah hantu dari Wuhan, kekasihnya dulu. Selagi masih ketakutan, dia mendengar sosok itu berkata: "Lissan, kamu dimana?" Dan sosok itu terus berkata seperti itu berulang-ulang. Lissan tambah ketakutan dan tidak berani keluar kolong.

Hampir 1 jam dia berada pada keadaan seperti itu. Ketika jam hampir menunjukkan jam 12 malam, Lissan sedikit merasa lega karena dia yakin sang hantu akan mengalami reinkarnasi setelah lewat tengah malam. Tiba-tiba, dia mendengar suara "bluk", seperti ada benda yang jatuh. Ketika dia memalingkan muka ke arah suara itu...

"Nah, akhirnya ketemu juga kamu, hi hi hi." Ternyata benda yang jatuh adalah kepala Wuhan yang sudah hancur dan tak berbentuk. Lissan ketakutan setengah mati, dan setelah itu malam akhirnya berakhir.

Keeskan harinya, koran harian di daerah tersebut memberitakan bahwa ditemukan seorang lelaki yang tewas ketakutan di bawah tempat tidur.

No comments:

Post a Comment